Sejarah Dinas Pertanian Kabupaten Seluma

Provinsi Bengkulu adalah wilayah agraris dengan luas wilayah 19.788 Km2 dan jumlah penduduk 1.735.557 jiwa yang sebanyak 60 %  adalah  petani dan nelayan. Hampir 2/3 (dua pertiga) bahagian dari luas wilayah adalah hutan lindung yang sulit dikembangkan sebagai lahan pertanian dan pertambangan.

Secara adminsitratif  Provinsi Bengkulu terdiri dari  9 (sembilan) wilayah kabupaten dan 1 (satu) kota, dengan jumlah desa   1.239 desa/kelurahan. Dari angka tersebut  76 % (942 desa)  tergolong desa miskin dengan jumlah penduduk miskin 779.453 jiwa atau 155.890 Kepala Keluarga  ( KK ), dengan rata-rata tingkat pendapatan  kurang dari Rp. 750.000,-/bulan.

Pembangunan pertanian merupakan bagian integral dari pembangunan daerah Kabupaten Seluma, hal ini dikarenakan hampir 75,3 % penduduk Kabupaten Seluma hidup dari sektor pertanian dan struktur perekonomiannya masih didominasi oleh sektor pertanian. Pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Seluma dilaksanakan dengan mengkonservasi tanah, air, tanaman dan sumber genetik, dengan tidak merusak lingkungan, secara teknis tepat guna, secara ekonomi layak dan secara sosial dapat diterima.

Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Seluma merupakan instansi teknis yang memiliki tugas melaksanakan urusan pemerintah daerah dibidang pertanian peternakan dan perkebunan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.  Sebagai implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2005 tentang organisasi Perangkat Daerah, Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan sebagai unsur pelaksanan teknis disektor pertanian mengalami penyesuaian yang dinamis sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Seluma Nomor 15 Tahun 2007 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kabupaten Seluma. Adapun tugas pokok, fungsi dan uraian tugas Dinas Pertanian Peternakan dan perkebunan Kabupaten Seluma  diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bupati Seluma Nomor 24 Tahun 2008.

Upaya Pembangunan Pertanian dilakukan secara bertahap melalui proses pemberdayaan masyarakat untuk mengenali potensi dan kemampuannya, mencari alternatif peluang dan pemecahanan masalah, serta mampu untuk mengelola dan memanfaatkan sumberdaya alam secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Perwujudan pemberdayaan masyarakat dalam rangka kemandirian pangan, dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat miskin dan rawan pangan di perdesaan.



Comments are closed.